Oleh: admin | 17 Oktober 2009

Meningkatkan Efektivitas Kepemimpinan


Oleh :  Achmad Rozi El Eroy

Bertafakur di Gunung Galunggung

Usaha mencari perpaduan terbaik untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses tidaklah mudah. Dan, usaha untuk bisa menemukan nilai, gaya dan aktivitas atau apa pun yang relevan untuk disebut sebagai pemimpin yang sukses merupakan proses yang panjang. Ada pemimpin yang sukses karena mampu bertindak sebagai seorang pengarah tugas, pendorong yang kuat, dan berorientasi pada hasil sehingga mendapatkan nilai kepemimpinan yang tinggi. Ada pemimpin yang sukses karena mampu memberi wewenang kepada para pegawainya untuk membuat keputusan dan bebas memberikan saran, mampu menciptakan jenis budaya kerja yang mendorong serta menunjang pertumbuhan. Pendeknya, untuk menjadi pemimpin yang sukses haruslah memiliki dorongan yang kuat dan integritas yang tinggi. Baca Lanjutannya…

Oleh: admin | 29 Mei 2011

Kepemimpinan, Islam dan Indonesia


Sebuah refleksi pemikiran dan harapan akan kejayaan Islam di negeri ini.

Fakta sejarah
Dimulai dengan sebuah peristiwa fathul makkah sebuah ekskalasi pasukan besar-besaran pada masanya dan berujung pada penaklukan kota mekkah, tanpa ada tumpah setetes pun. Kemudian Islam semakin menyebar keluar jazirah arab, menggetarkan bangsa romawi yang gagah, menyentuh kota Andalusia yang mempesona. Islam menunjukkan bahwa sebagai sebuah ideologi yang kokoh, Islam dapat memimpin. Tidak hanya dalam sekejap mata, tapi tercatat tidak kurang dari seribu tahun dan lebih dari seperempat wilayah dunia, yang hidup makmur di bawah kepemimpinan Islam.

Pemimpin, Kepemimpinan, dan Signifikasinya dalam Islam
Ketika suatu masyarakat membutuhkan seorang pemimpin, maka seorang yang paham akan realitas masyarakatlah yang pantas mengemban amanah kepemimpinan tersebut. Pemimpin tersebut harus dapat membawa masyarakat menuju kesempurnaan yang sesungguhnya. Watak manusia yang bermasyarakat ini merupakan kelanjutan dari karakter individu yang menginginkan perkembangan dirinya menuju pada kesempurnaan yang lebih.

Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kelompok Islam sekuler dengan kelompok Islam yang tidak memisahkan kehidupan beragama dengan kehidupan sosial politik. Kelompok Islam Sekuler menyatakan bahwa kaum ulama bukanlah untuk berkecimpung didalam dunia sosial dan politik. Pandangan ini didasarkan pada pandangan bahwa kehidupan agama merupakan urusan pribadi masing-masing individu (privat), tidak ada hubungannya dengan dunia sosial politik (publik). Sehingga peran ulama hanya terbatas pada ritual-ritual keagamaan semata, tidak untuk mengurusi kehidupan dunia sosial dan politik. Dalam kondisi seperti ini maka ulama tidaklah mungkin menjadi pemimpin dari suatu masyarakat, ulama hanya selalu menjadi subordinasi dan atau alat legitimasi pemimpin politik dari masyarakat. Baca Lanjutannya…

Oleh: admin | 21 April 2011

tentang Balanced Scorecard


Adalah Suatu alat manajemen kinerja (performance management tool) yang dapat membantu suatu organisasi untuk mentranslasikan visi dan strategi ke dalam aksi.

Dalam artian, BSC adalah semacam tools untuk mewujudkan visi dan strategi perusahaan ke suatu bentuk tindakan nyata, yang bertujuan untuk memfalisitasi organisasi agar mencurahkan perhatiannya atas kapabilitas aktiva tak berwujud/ intangible asset.

 

Membuat suatu BSC harus dimulai dari penerjemahan strategi dan misi perusahaan kedalam sasaran dan tolok ukur/ based line yang spesifik, para manajer kemudian terus menindaklanjuti based line tsb untuk mencapai sasaran yang akan diterapkan dalam departemennya masing-masing. BSC ini akan sangat cocok diterapkan kepada perusahaan yang ingin melakukan perubahan, jika tidak ingin adanya perubahan, percuma saja BSC ini diimplementasikan, jadi awal dari penerapan BSC adalah NIAT UNTUK BERUBAH kemudian diikuti oleh langkah nyata dalam mewujudkan niat tersebut.

 

Menurut penelitian Kaplan & Norton (penggagas konsep BSC) dalam artikel Harvard Business Review dengan judul “Using BSC as a Strategic Management System”, dijelaskan bagaimana suatu perusahaan harus berkompetisi dalam era informasi sekarang ini dengan meningkatkan kemampuannya dalam mengelola intangible assets lebih baik dari sekedar mengelola tangible assets, dalam artian penekanan konsep BSC kembali lagi pada pengelolaan aktiva tak berwujud daripada modal yang berwujudnya.

 

Tiga komponen kunci bagi sistem manajemen kinerja yang efektif:

 

  1. Performance Management Process
  2. Performance Management Culture
  3. Performance management Infrastructure

 

Bagaimana pentingnya ketiga elemen tsb diatas dalam menunjang proses bisnis pada masing-masing dept yang ada dalam suatu perusahaan.

Penjabaran dari ketiga elemen tsb adalah sbb:

  1. Process: adalah bagian yang paling penting dalam mencapai sasaran dan terget dari perusahaan. Para pimpinan perusahaan harus bisa mendemonstrasikan process yang baik dan benar di hadapan para karyawannya, misalnya dengan cara penyusunan SOP, Job Desk dan masing-masing karyawan juga harus menerapkan process tersebut secara disiplin dan bertanggung jawab, sehingga tujuan (visi dan misi) perusahaan dapat terlaksana dengan baik.
  2. Culture: ada 5 budaya dasar (5 core values) yang harus dimiliki dalam suatu organisasi, yaitu:

Ø       Customer Focused (customer satisfaction ended)

Ø       Quality Minded (mengutamakan kualitas)

Ø       Resourceful (serba bisa)

Ø       Fast

Ø       Competent.

Pertanyaanya, sudahkah dalam diri kita mempunyai hal tsb diatas..??

  1. Infrastructure: semua proses dan culture yang sudah terbentuk baik tidak mungkin didukung oleh infrastruktur yang baik pula, termasuk juga kekuatan financial yang memadai. Pemilik perusahaan bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan ini dan para anggota organisasi bertanggung jawab dalam pemakaiannya.

 

Kemudian timbul pertanyaan, apa hubungannya ketiga elemen kunci tsb terhadap topic yang sedang kita bahas sekarang..??

 

Oleh: admin | 11 Maret 2011

8 Kunci Sukses Wirausaha


Sumber: www.AnneAhira.com

Bosan jadi pegawai? Terlalu lama menganggur? Sekarang saatnya Anda menjadi seorang wirausahawan. Wirausahawan adalah orang yang mampu untuk hidup mandiri. Mampu menemukan, mengelola dan memasarkan hasil produksinya sendiri.

Tidak sedikit orang yang gagal dalam wirausaha, karena untuk sukses berwirausaha, Anda harus memiliki kunci sukses wirausaha. Berikut ini adalah 8 kunci sukses wirausaha.

Kunci 1: Pelajari dan Tentukan

Pelajari peluang bisnis yang ada di sekitar Anda atau yang mungkin bisa Anda kerjakan. Di tahap awal, Anda cukup mempelajari saja bermacam peluang yang kira-kira bisa Anda jalani. Setelah ada pembanding, barulah tentukan peluang mana yang akan Anda kejar. Ada baiknya memilih bisnis di bidang yang Anda sukai, karena setidaknya Anda memiliki dasar di bidang tersebut.

Kunci 2: Dalami dan Fokus

Jangan langsung hantam, Anda perlu menambah pengetahuan yang cukup mengenai bidang yang Anda pilih. Pelajari seluruh seluk beluk bidang tersebut, ketahui apa saja yang kiranya dapat membuat usaha Anda berhasil, dan hal apa yang sekiranya menghambat peluang ini.

Jika masih “buta” dengan bisnis, pelajari juga dasar-dasar dalam bisnis. Tidak ada salahnya menerima saran dari pakar atau orang yang menggeluti bidang yang sama. Tapi ingat, keputusan seluruhnya berada di tangan Anda.

Kunci 3: Kreatif

Ketika memilih berwirausaha, Anda harus mampu berpikir kreatif, mencari inovasi-inovasi baru dalam bisnis. Di bidang usaha yang sama, tentu produk yang lebih kreatiflah yang akan dipilih oleh konsumen.

Kunci 4: Berani

Dengan persiapan yang matang, pengetahuan yang cukup, sekarang tibalah saatnya Anda berani untuk mengambil keputusan. Berani menjalani sebuah peluang. Berani mengambil risiko dan berani melakukan perubahan untuk diri Anda.

Kunci 5: Tekun dan Kerja Keras

Menjadi wirausaha bukan berarti Anda bisa berleha-leha. Anda harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Anda harus siap bekerja tujuh hari dalam seminggu, karena kesuksesan tidak mudah untuk raih.

Kunci 6: Bertemanlah dengan Siapa Saja

Semakin banyak teman, semakin besar kesempatan untuk maju. Seorang wirausaha harus berteman dengan siapa saja, bisa beradaptasi dengan semua golongan. Baik dengan pejabat, sesama wirausaha, tukang becak, siapa saja.

Percayalah, mereka akan ikut mempromosikan usaha Anda. Mereka juga bisa memberi masukan untuk usaha Anda. Konsumen hendaknya juga diposisikan sebagai teman, karena konsumen juga bisa memberikan masukan dan kritikan mengenai produk Anda.

Kunci 7: Menjadikan Kegagalan sebagai Pelajaran

Kegagalan adalah risiko dalam wirausaha. Jika bertemu dengan kegagalan, jangan pernah mencari kambing hitam dari sebuah kegagalan. Jadikan kegagalan sebagai bahan pelajaran untuk memperbaiki usaha.

Kunci 8: Doa

Ketika sudah menjalankan semua kunci sukses wirausaha di atas, jangan lupa berdoa, mengharap ridho dari-Nya.

Oleh: admin | 8 Februari 2011

Pentingnya Membangun Kepercayaan Diri


Sumber: www.AnneAhira.com

Dalam kehidupan kita, rasa kepercayaan diri adalah modal untuk mencapai kesuksesan dalam hal apapun. Rasa percaya diri bisa diartikan sebagai keberanian dalam diri sehingga seseorang mampu melakukan sesuatu yang dianggapnya benar.

Setiap orang pastilah ingin hidup sukses. Banyak yang berpendapat bahwa orang-orang yang mengalami kesuksesan hanyalah orang-orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki segudang ilmu.

Gelar pendidikan yang tinggi memang merupakan salah satu faktor yang bisa membangun kepercayaan diri. Namun tak jarang pula orang-orang yang sudah memiliki ilmu tapi hampir selalu ragu-ragu dalam melakukan sesuatu.

Bagaimana dengan mereka yang kurang beruntung dan tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang tinggi? Apakah mereka tidak bisa meraih kesuksesan? Jawabannya tentu saja tidak. Setiap orang bisa sukses dengan cara apapun. Modalnya hanya satu, yaitu kepercayaan diri.

Anda mungkin salah satu orang yang pernah mendengar tentang kisah-kisah pengusaha sukses yang mungkin tidak sempat kuliah, atau pengusaha yang hanya lulusan SMP atau SMA. Bagaimana mereka bisa sukses sedangkan mereka tidak memiliki gelar pendidikan yang tinggi? Kepercayaan diri merekalah yang menuntun mereka untuk mencapai kesuksesan.

Tips Membangun Kepercayaan Diri

Apakah Anda termasuk orang tidak percaya diri dan selalu ragu-ragu? Segera hapus sifat seperti itu. Seberapapun tinggi ilmu Anda, bila tidak memiliki rasa percaya diri, maka Anda tidak akan pernah berhasil dalam kehidupan.

Berikut ini beberapa contoh cara membangun rasa percaya diri untuk Anda.

  • Pikirkan segala kelebihan Anda, buang jauh terlebih dahulu segala pikiran negatif tentang diri Anda sendiri. Cari tahu apa kelebihan Anda yang tidak ada pada orang lain. Misalnya Anda bisa menyanyi, melukis, menulis, membuat kerajinan, atau bahkan Anda merasa bahwa Anda adalah pekerja keras yang baik. Apapun itu, selalu berpikirlah bahwa Anda memang dilahirkan dengan banyak kelebihan.
  • Selalu berpikir positif dalam segala hal. Ketika menemui hambatan, jangan pernah mengatakan bahwa Anda tidak bisa melalui itu. Tanamkan dalam hati bahwa hambatan apapun pasti ada jalan keluarnya, dan Anda pasti bisa melaluinya.
  • Anda tidak perlu resah dengan apapun yang orang pikirkan tentang Anda. Terkadang, kepercayaan diri seseorang langsung turun begitu ada orang lain yang memandang rendah. Terimalah pendapat atau kritikan yang membangun dari orang lain. Bila ada yang mengejek atau berusaha menjatuhkan, Anda tidak perlu mendengarkan hal itu.
  • Dalam setiap melakukan sesuatu, selalu pikirkan baik-baik tentang keuntungan dan kerugiannya. Buatlah rencana atau gambaran tentang apa yang akan Anda lakukan. Dengan begitu Anda akan merasa lebih percaya diri dan lebih siap dalam menerima resiko.
  • Selalu yakin bahwa apa yang Anda lakukan adalah benar dan memang memiliki manfaat. Tidak peduli seberapa banyak orang yang tidak setuju, bila Anda merasa yakin, maka kepercayaan diri itu akan datang dengan sendirinya.
  • Berkumpul  dengan orang-orang yang selalu mendukung dan memberi masukan positif pada Anda. Pergaulan yang benar pasti akan membawa Anda pada kesuksesan.
  • Kegagalan dan kecemasan pasti selalu datang bagi mereka yang berusaha untuk mencapai kesuksesan. Jangan  buang-buang tenaga untuk meratapinya. Sebaliknya, Anda harus yakin bahwa bila satu kegagalan terlalui, maka Anda selangkah lebih dekat dengan kesuksesan. Ingatlah bahwa kesuksesan tidak akan datang pada mereka yang belum mengalami kegagalan.
  • Pasrah  terhadap apa yang akan terjadi. Pasrah bukan berarti berdiam diri. Pasrah berarti menyerahkan segala hasil usaha Anda pada Tuhan, karena bagaimana pun Tuhan lah yang akan menentukan bagaimana hasil akhirnya. Rasa pasrah bisa mendatangkan kepercayaan diri yang cukup besar, karena ketika Anda sadar bahwa Tuhan selalu mendampingi Anda, maka Anda pun yakin bahwa Anda bisa melalui rintangan apapun.


Oleh : Wahyu Priyono, SE, MM

DPRD adalah Lembaga Politik

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang dibentuk di setiap propinsi dan kabupaten/ kota pada umumnya dipahami sebagai lembaga yang menjalankan kekuasaan legilsatif, dan karena itu biasa disebut dengan lembaga legilsatif di daerah. Akan tetapi, sebenarnya fungsi legislatif di daerah, tidaklah sepenuhnya berada di tangan DPRD seperti fungsi DPR-RI dalam hubungannya dengan Presiden sebagaimana ditentukan dalam Pasal 20 ayat (1) juncto Pasal 5 ayat (1) UUD 1945 hasil Perubahan Pertama. Pasal 20 ayat (1) UUD 1945 menyeburkan bahwa DPR memegang kekuasaan membentuk UU, dan Pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa Presiden berhak mengajukan RUU kepada DPR. Sedangkan kewenangan untuk menetapkan Peraturan Daerah (Perda), baik daerah propinsi maupun kabupaten/kota, tetap berada di tangan Gubernur dan Bupati/Walikota dengan persetujuan DPRD. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori