Oleh: admin | 21 April 2011

tentang Balanced Scorecard

Adalah Suatu alat manajemen kinerja (performance management tool) yang dapat membantu suatu organisasi untuk mentranslasikan visi dan strategi ke dalam aksi.

Dalam artian, BSC adalah semacam tools untuk mewujudkan visi dan strategi perusahaan ke suatu bentuk tindakan nyata, yang bertujuan untuk memfalisitasi organisasi agar mencurahkan perhatiannya atas kapabilitas aktiva tak berwujud/ intangible asset.

 

Membuat suatu BSC harus dimulai dari penerjemahan strategi dan misi perusahaan kedalam sasaran dan tolok ukur/ based line yang spesifik, para manajer kemudian terus menindaklanjuti based line tsb untuk mencapai sasaran yang akan diterapkan dalam departemennya masing-masing. BSC ini akan sangat cocok diterapkan kepada perusahaan yang ingin melakukan perubahan, jika tidak ingin adanya perubahan, percuma saja BSC ini diimplementasikan, jadi awal dari penerapan BSC adalah NIAT UNTUK BERUBAH kemudian diikuti oleh langkah nyata dalam mewujudkan niat tersebut.

 

Menurut penelitian Kaplan & Norton (penggagas konsep BSC) dalam artikel Harvard Business Review dengan judul “Using BSC as a Strategic Management System”, dijelaskan bagaimana suatu perusahaan harus berkompetisi dalam era informasi sekarang ini dengan meningkatkan kemampuannya dalam mengelola intangible assets lebih baik dari sekedar mengelola tangible assets, dalam artian penekanan konsep BSC kembali lagi pada pengelolaan aktiva tak berwujud daripada modal yang berwujudnya.

 

Tiga komponen kunci bagi sistem manajemen kinerja yang efektif:

 

  1. Performance Management Process
  2. Performance Management Culture
  3. Performance management Infrastructure

 

Bagaimana pentingnya ketiga elemen tsb diatas dalam menunjang proses bisnis pada masing-masing dept yang ada dalam suatu perusahaan.

Penjabaran dari ketiga elemen tsb adalah sbb:

  1. Process: adalah bagian yang paling penting dalam mencapai sasaran dan terget dari perusahaan. Para pimpinan perusahaan harus bisa mendemonstrasikan process yang baik dan benar di hadapan para karyawannya, misalnya dengan cara penyusunan SOP, Job Desk dan masing-masing karyawan juga harus menerapkan process tersebut secara disiplin dan bertanggung jawab, sehingga tujuan (visi dan misi) perusahaan dapat terlaksana dengan baik.
  2. Culture: ada 5 budaya dasar (5 core values) yang harus dimiliki dalam suatu organisasi, yaitu:

Ø       Customer Focused (customer satisfaction ended)

Ø       Quality Minded (mengutamakan kualitas)

Ø       Resourceful (serba bisa)

Ø       Fast

Ø       Competent.

Pertanyaanya, sudahkah dalam diri kita mempunyai hal tsb diatas..??

  1. Infrastructure: semua proses dan culture yang sudah terbentuk baik tidak mungkin didukung oleh infrastruktur yang baik pula, termasuk juga kekuatan financial yang memadai. Pemilik perusahaan bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan ini dan para anggota organisasi bertanggung jawab dalam pemakaiannya.

 

Kemudian timbul pertanyaan, apa hubungannya ketiga elemen kunci tsb terhadap topic yang sedang kita bahas sekarang..??

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: